SAPA#0870: Duke Energy adalah gambaran tentang kebijakan kelistrikan USA yang berbeda dengan Italia dengan Enel-nya pada awalnya. Duke sebagai perusahaan listrik terbesar USA sejak awal hadir sebagai perusahaan perorangan. Listrik sebagai bisnis perorangan. Sementara Enel semula adalah instansi pemerintah pemyedia listrik bagi rakyat . Listrik adalah layanan negara yang dibiayai …

SAPA#0869: Nasionalisme era korporatisasi: mengibarkan bendera korporasi nasional di berbagai penjuru dunia untuk memperoleh pendapatan, laba dan dividen besar bagi negerinya. Seperti Enel bagi Italia. Bagaimana pendapat Anda jika PLN melakukan hal serupa dengan konsekuensi memasukkan dana publik sebagai pemegang saham baru dan saham pemerintah terdilusi hingga tinggal 23,6%? Sarapan …

SAPA#0868: Masih tentang BUMN kelistrikan di berbagai negara. Kali ini tentang Enel, “PLN”-nya Italia. Ikuti terus tiap hari di Sarapan Pagi persembahan SNF Consultinghttps://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting. SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting, mengelola kelistrikan bangsanya, Forbes, …

SAPA#0867: Masuknya dana dari pesaham baru bukan saja meningkatkan nilai perusahaan yang dinikmati oleh pesaham lama atau pesaham pendiri. Masuknya dana pesaham baru secara terus-menerus juga akan menjadikan perusahaan terus-menerus membesar melampau sekat-sekat negara. Mengirimkan uang dan kebanggaan dari seantero dunia bagi bangsanya. Mendapatkan posisi crowding effect dimata konsumen. Menarik …

SAPA#0866: Kebanyakan bangsa-bangsa memang tidak bermental penguasa dunia. Memandang negerinya tidak kekurangan satu apapun sehingga tidak perlu mencari segala sesuatu di luar. Tidak banyak bangsa yang bermental penguasa dunia. Korea Selatan, melalui perusahaan-perusahaannya, termasuk KEPCO, adalah salah satu dari yang sedikit itu. Menguasai dunia bukan karena bangsanya kekurangan sesuatu. Tapi karena …

SAPA#0865: Dalam era korporatisasi, KEPCO, “PLN” nya Korea Selatan memilih membesar mendunia dengan membuka diri terhadap masuknya dana masyarakat luas sebagai pemegang saham baru. Kini pemerintah secara langsung tinggal memiliki 18,20% saham dan secara tidak langsung melalui Korea Development Bank sebesar 32,90% alias total 51,1%. Perusahaan dengan core competence diakui …

SAPA#0864: Pada perusahaan-perusahaan multinasional seperti Tenaga Nasional, besarnya belanja investasi berarti tingginya laju pertumbuhan di pasar global. Bagi negara-negara target pasarnya, belanja itu adalah masuknya investasi asing di negeri mereka. Dipandang sebagai bukti kepercayaan internasional. Ini akan dianggap sebagai prestasi bagi negara-negara yang memang mindsetnya gemar menarik investasi asing. Bagi …

SAPA#0863: Perusahaan pemilik core compentence yang dibutuhkan dunia akan ditarik oleh pasar di berbagai negara untuk melayaninya. Melayani pasar berbagai negara butuh belanja modal besar. Tidak cukup hanya mengandalkan laba. Tidak bisa hanya mengharapkan tambahan setoran modal dari pendiri. Konsekuensinya adalah membuka kesempatan masyarakat luas untuk ikut setor modal sebagai …

SAPA#0861: Dengan tetap menguasai 100% saham (tanpa korporatisasi), pemerintah RI berhak sepenuhnya atas seluruh laba Pos Indonesia tahun 2016 sebesar Rp 303 M. Dengan korporatisasi, pemerintah Jermah tinggal memiliki saham 20,9% di Deutsche Post DHL. Tapi DP-DHL tumbuh hadir di lebih dari 200 negara dan menghasilkan laba dengan hak 45x …

SAPA#0860: Jika Pos Jerman pernah menggelontorkan belanja investasi besar untuk mengakuisisi DHL lalu menjadi pemain global, sesungguhnya Pos Indonesia juga punya peluang yang sama. Secara internal Pos Indonesia punya banyak sekali aset properti di lokasi2 stratejik nyaris setiap kota di seantero republik. Aset ini bisa dijual untuk dana akuisisi seperti …