SAPA#0590: Pasar di negara manapun dikuasai oleh merek-merek milik perusahaan-perusahaan global seperti Panasonic. Untuk berekonomi kuat seperti Jepang, PR besar NKRI adalah mendorong para pangusahanya yang saat ini didominasi oleh yang berukuran kecil (single fighter atau dengan satu/beberapa karyawan) untuk melakukan proses korporatisasi dan menjadi besar seperti Panasonic. NKRI butuh …

SAPA#0589: Consumer electronic adalah salah satu bidang pengelompokan industri dalam Forbes 2000 tahun 2016. Dalam percaturan antara negara di bidang ini, jawaranya adalah Jepang dengan Sony di puncaknya. Secara umum untuk seluruh industri, Jepang adalah juara ketiga dengan 219 persahaan. Juara pertama dan keduanya adalah USA dan RRC masing masing …

SAPA#0588: “Bisakah saya yang seorang pebisnis pemula menerapkan materi manajemen dengan contoh perusahaan-perusahaan raksasa luar negeri di Sarapan Pagi?”, demikian pertanyaan pembaca SAPA. Jawabnya: Tergantung Anda para pembaca sendiri. Jika anda mengatakan tidak mungkin, pastilah tidak mungkin untuk menerapkannya. Jika Anda yakin dan mengatakan dengan mantab bahwa penerapannya mungkin, sesungguhnya …

SAPA#0587: Masuk pasar asing adalah keniscayaan bagi sebuah perusahaan yang fokus menekuni sebuah bidang. Bagaimana masuk pasar sebuah negara asing? Awalnya tentu dengan ekspor. Selanjutnya adalah mendirikan anak perusahaan di negara tersebut. Anak perusahaan akan meningkatkan efisensi dari kaca mata produksi sekaligus berbagi laba melalui pajak dan kontribusi PDB bagi …

SAPA#0586: Depresiasi (dan amortisasi) bersifat menurunkan aset perusahaan. Menjadi beban dalam laporan laba rugi perusahaan tapi tidak ada uang yang keluar untuk depresiasi itu. Maka, belanja modal paling tidak sebesar nilai depresiasi (dan amortisasi) adalah keharusan bagi perusahaan yang ingin terus tumbuh. Jika tidak, sumber daya perusahaan akan terus menurun. …

SAPA#0585: Perusahaan terkorporatisasi ber-core competence umumnya dipimpin oleh para CEO profesional dengan rekam jejak karir puluhan tahun bersinar di perusahaan tersebut. Menjadi CEO karena keahlian. Bukan karena kepemilikan saham. Lalu, bagaimana nasib anak cucu para pendiri perusahaan? Mereka menerima warisan berupa kepemilikan saham yang bernilai besar (walaupun proporsi/prosentasenya kecil. Misal, …

SAPA#0584: Pada perusahaan ber-core competence terkorporatisasi, masuk pasar luar negeri adalah keniscayaan. Berbeda dengan perusahaan konglomerasi yang palugada, pasar dalam negeri terlalu sempit untuk perusahaan yang fokus pada core competence. Menguasai pasar global adalah takdir bagi perusahaan fokus core competence. Pertanyaannya, sebegitu mudahkah masuk menguasai pasar sebuah negara asing? Tentu …

SAPA#0583: Dulu, inovasi penemuan teknologi baru selalu dilakukan oleh perorangan. Itulah jaman pra korporatisasi. Kini, penemuan n inovasi teknologi bukanlah karya perorangan. Melainkan karya perusahaan dengan sistem manajemennya. Itulah hasil dari proses korporatisasi. Seperti Sony Corporation. Bagaimana korporatisasi di perusahaan tempat Anda berkarya? Ikuti terus Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting …

SAPA#0582: Consumer electronic -demikian Forbes mengkategorikan industri dimana Sony berada- adalah industri yang sangat dinamis. Teknologi berkembang dengan begitu pesatnya. Lengah sedikit saja sebuah perusahaan akan disalip oleh pesaingnya. Sony, jawara pertama dunia (berdasar omset, laba, aset dan kapitalisasi pasar) dalam daftar Forbes 2016 untuk industri ini pun sempat menderita …

SAPA#0581: Saham perusahaan-perusahaan penguasa pasar global dengan aset, omset, laba dan kapitalisasi pasar kelas dunia pada umumnya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan investasi (investment company). Perusahaan invetasi dibutuhkan untuk berperan besar mendorong terwujudnya investing society. Bangsa bangsa yang investment company dan investing societynya sudah kuat cenderung menguasai pasar dunia. Bahkan mereka jugalah …