Daily Management Update

Tata Salt: Tata Chemicals

SAPA#0720: Walau belum tuntas, India termasuk negara yang berhasil melakukan korporatisasi terhadap industri garamnya. Tata Salt dari Tata Chemicals adalah salah satu pemain utamanya. Mengumpulkan modal masyarakat melalui lantai bursa untuk memperbesar aset, omset dan kehadiran geografis perusahaan di berbagai bangsa. Menjayakan negeri melalui korporatisasi. Kita juga harus bisa. Gantinya Sarapan Pagi dipersembahkan oleh SNF […]

Tata Salt: Tata Chemicals Read More »

Hindustan Salt Ltd.

SAPA#0719: Saatnya belajar bisnis pergaraman dari India, negara produsen garam terbesar ketiga dunia di bawah RRC dan USA. Hindustan Salt Ltd adalah salah satu pemain bisnis garam India milik pemerintah, walaupun kontribusinya terhadapnya produk garam nasional India relatif kecil. Gantinya Sarapan Pagi dipersembahkan oleh SNF Consulting https://telegram.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Hindustan Salt Ltd. Read More »

K+S Si Raja Garam: Sejarah Panjang

SAPA#0718: Butuh waktu 128 tahun bagi K+S untuk mencapai omset Rp 51T. Kok lama? Yaa. Bagi sebuah perusahaan, usia yang panjang justru menjadi penanda keberhasilan strateginya. Keberhasilan dari generasi ke generasi. Yang penting, sepanjang perjalanan panjangnya selalu tumbuh berkelanjutan walaupun menghadapi rintangan seterjal apapun. Termasuk saat menghadapi gejolak politik ekstrim. Seperti K+S Jerman. Gantinya Saraapan

K+S Si Raja Garam: Sejarah Panjang Read More »

Morton International

SAPA#0717: Akuisisi adalah cara cepat bagi sebuah perusahaan untuk masuk ke sebuah negara. Seperti saat K+S Jerman mengakuisisi Morton Internasioanal di USA. Tentu harganya jauh lebih mahal dari pada membangun anak perusahaan sendiri dari nol. Tapi harga mahal tidak masalah bagi K+S karena dana bisa diperoleh dari masyarakat melalui IPO dan right issue. Perusahaan USA

Morton International Read More »

American Rock Salt

SAPA#0716: American Rock Salt sebagai produsen garam terbesar di USA sekali lagi memberi pelajaran penting: ekonomi dunia dikuasai perusahaan-perusahaan besar. Maka, untuk menjadi bangsa yang berdaulat di sektor pergaraman, para pelaku bisnis garam tanah air mesti berkonsolidasi. Menyatukan diri menjadi perusahaan yang sepadan dengan American Rock Salt yang berkapasitas 4,7 juta ton setahun. Bersatu menjadi

American Rock Salt Read More »

WA Salt: Jawara Garam Australia

SAPA#0715: Sebagai jawara keempat perusahaan produsen garam Australia, WA Salt memiliki kapasitas produksi yang paling kecil. Bahkan kapasitas produksi perusahaan lokal Australia ini jauh sekali dibanding si tiga besar. Padahal WA Salt sudah berusia 73 tahun. Kenapa? Salah satu penyebab pentingnya adalah karena WA Salt tidak go public. Artinya, sumber pokok modal ekspansi hanya dari

WA Salt: Jawara Garam Australia Read More »

Mitsui: Jawara Garam Australia

SAPA#0714: Efisiensi adalah kunci bisnis komoditas seperti garam. Volume dan kapasitas produksi adalah kunci efisiensi. Autralia menang dalam persaingan efisiensi industri garam karena pemainnya adalah raksasa-raksasa seperti Mitsui. Bangsa pemenang efisiensi garam mengekspor, bangsa yang kalah mengimpor. Gantinya Sarapan Pagi dipersembahkan oleh SNF Consutinghttps://telegram.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Mitsui: Jawara Garam Australia Read More »

Rio Tinto: Pemegang Saham

SAPA#0712: Industri garam RI yang berstruktur petani garam perorangan (UKM) yang bekerja sendiri-sendiri harus mrngakui keunggulan industri garam Autralia yang terkorporatisasi alias berjamaah secara ekonomi. RI mengimpor garam Australia produksi pabrikan garam raksasa yang modalnya dikumpulkan (“berjamaah”) dari jutaan orang. Ekonomi berjamaah lebih powerfull sebagaimana sholat jamaah yang nilainya 27 kali lipat daripada sholat sendiri-sendiri.

Rio Tinto: Pemegang Saham Read More »

Rio Tinto: Divestasi & Akuisisi untuk Core Competence

SAPA#0711: Seseorang bisa berbuat salah dan dosa. Pintu ampunan terbuka luas jika ia mau bertaubat dan mengoreksi kesalahannya. Bagaimana dengan sebuah perusahaan? Sama. Perusahaan juga bisa berbuat salah. Rio Tinto pernah berbuat salah dengan merambah macam-macam bisnis di luar tambang. Ya. Konglomerasi adalah kesalahan masa lalu Rio Tinto. Dengan desakan persaingan global, Rio Tinto pun

Rio Tinto: Divestasi & Akuisisi untuk Core Competence Read More »

Open chat
Hello 👋
Can we help you?