Pelatihan Kelas Manajemen

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Arus Kas 2015-2016

SAPA#0730: Jika arus kas operasional tidak minus, sebuah perusahaan yang rugi masih bisa hidup normal. Tapi jika arus kas operasional minus, perusahaan tersebut mesti mencari kas dari luar operasional untuk menutupnya. Bisa dari setoran modal baru, bisa dari penjualan aset tetap, bisa dari cadangan kas (jika ada), atau bisa juga dari utang. Tapi tentu saja […]

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Arus Kas 2015-2016 Read More »

Seven and I Holding 2016: Induk 7 Eleven

SAPA#0729: Bangsa besar perusahaan-perusahaannya terus tumbuh membesar melalui akuisisi lintas negara dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada publik untuk berperan menyetor modal melalui IPO dan right issue secara terus-menerus. Seperti Jepang dengan Seven and I Holding Ltd.-nya. Ikuti terus data menarik dan analisis penutupan 7-Eleven Indonesia melalui Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://telegram.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Seven and I Holding 2016: Induk 7 Eleven Read More »

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Segmen Bisnis Baru Fuji Film

SAPA#0728: Sumber pendapatan Fuji Film pasca reinventing core competence menyikapi merosotnya bisnis fotografi konvensional. Kinerja Fuji Film kontras dengan PT Modern International Tbk., agennya di Indonesia yang jutru terpuruk dengan 7 Elevennya. Ikuti terus pelajaran dari tutupnya Seven Indonesia melalui Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://telegram.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Segmen Bisnis Baru Fuji Film Read More »

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Reinventing Core Competence Fuji Film

SAPA#0727: Mengambil pelajaran dari tutupnya 7-Eleven Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Fuji Film, perusahaan Jepang yang sepanjang 30 tahun lebih menjadi prinsipal suksesnya bisnis PT Modern Internasional di bisnis fotografi konvensional. Fuji Film sukses mengidentifikasi irisan core competence bisnis lama (imaging solution, fotografi konvensional) yang powerfull digunakan untuk masuk bisnis baru (document solution, information solution).

Tutupnya 7-Eleven Indonesia: Reinventing Core Competence Fuji Film Read More »

Tutupnya 7 Eleven Indonesia: PT Modern Internasional Tbk 2004-2008

SAPA#0726: Eksis di bisnis fotografi konvensional selama 30-an tahun tentu bukan prestasi sembarangan. Tentu ada ada sebuah core competence di dalamnya. Paduan antara berbagai sumber daya yang saling terkait yang tidak mudah ditiru pesaingnya. Tapi, perubahan teknologi adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Pasar berubah. Itulah yang dialami PT Modern Internasional Tbk. (MI). Sampai tahun 2008,

Tutupnya 7 Eleven Indonesia: PT Modern Internasional Tbk 2004-2008 Read More »

Hindustan Salt Ltd.

SAPA#0719: Saatnya belajar bisnis pergaraman dari India, negara produsen garam terbesar ketiga dunia di bawah RRC dan USA. Hindustan Salt Ltd adalah salah satu pemain bisnis garam India milik pemerintah, walaupun kontribusinya terhadapnya produk garam nasional India relatif kecil. Gantinya Sarapan Pagi dipersembahkan oleh SNF Consulting https://telegram.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Hindustan Salt Ltd. Read More »

K+S Si Raja Garam: Sejarah Panjang

SAPA#0718: Butuh waktu 128 tahun bagi K+S untuk mencapai omset Rp 51T. Kok lama? Yaa. Bagi sebuah perusahaan, usia yang panjang justru menjadi penanda keberhasilan strateginya. Keberhasilan dari generasi ke generasi. Yang penting, sepanjang perjalanan panjangnya selalu tumbuh berkelanjutan walaupun menghadapi rintangan seterjal apapun. Termasuk saat menghadapi gejolak politik ekstrim. Seperti K+S Jerman. Gantinya Saraapan

K+S Si Raja Garam: Sejarah Panjang Read More »

Morton International

SAPA#0717: Akuisisi adalah cara cepat bagi sebuah perusahaan untuk masuk ke sebuah negara. Seperti saat K+S Jerman mengakuisisi Morton Internasioanal di USA. Tentu harganya jauh lebih mahal dari pada membangun anak perusahaan sendiri dari nol. Tapi harga mahal tidak masalah bagi K+S karena dana bisa diperoleh dari masyarakat melalui IPO dan right issue. Perusahaan USA

Morton International Read More »

American Rock Salt

SAPA#0716: American Rock Salt sebagai produsen garam terbesar di USA sekali lagi memberi pelajaran penting: ekonomi dunia dikuasai perusahaan-perusahaan besar. Maka, untuk menjadi bangsa yang berdaulat di sektor pergaraman, para pelaku bisnis garam tanah air mesti berkonsolidasi. Menyatukan diri menjadi perusahaan yang sepadan dengan American Rock Salt yang berkapasitas 4,7 juta ton setahun. Bersatu menjadi

American Rock Salt Read More »

WA Salt: Jawara Garam Australia

SAPA#0715: Sebagai jawara keempat perusahaan produsen garam Australia, WA Salt memiliki kapasitas produksi yang paling kecil. Bahkan kapasitas produksi perusahaan lokal Australia ini jauh sekali dibanding si tiga besar. Padahal WA Salt sudah berusia 73 tahun. Kenapa? Salah satu penyebab pentingnya adalah karena WA Salt tidak go public. Artinya, sumber pokok modal ekspansi hanya dari

WA Salt: Jawara Garam Australia Read More »

Open chat
Hello 👋
Can we help you?