RI

Mayora: Santainya Direksi

SAPA#0780: Mayora punya nyaris segala sumber daya yang dibutuhkan untuk membangun atau mengakuisisi untuk punya anak perusahaan di luar negeri. Satu negara demi satu negara. Untuk kelak menjadi perusahaan food n beverage yang menguasai dunia. Menjayakan RI di kancah bisnis global. Satu aja yang dibutuhkan: direksi jangan bersantai ria 🙂 Dirgahayu RI! Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF […]

Mayora: Santainya Direksi Read More »

Semen Indonesia di Vietnam, LafargeHolcim di RI: Rugi

SAPA#0775: Bagi sebuah perusahaan multinasional, kadang rugi di suatu negara menjadi bagian dari strategi globalnya. Yang penting secara global perusahaan tetap laba. Seperti LafargeHolcim di RI dengan Holcim Indonesianya. Seperti Semen Indonesia (SI) di Vietnam dengan Thang Long Cementnya. SI menjayakan RI di pentas industri semen global. Dirgahayu RI! Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/Sarapanpagi

Semen Indonesia di Vietnam, LafargeHolcim di RI: Rugi Read More »

DSL: Raja Garam Global

SAPA#0709: RI, negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, adalah importir garam. Ironis. Dari mana impornya? Australia. Kok bisa? Ya! Australia sukses melakukan korporatisasi sektor garamnya. Memunculkan perusahaan raksasa di sektor pergaraman: DSL. Jangan berharap swasembada garam, apalagi ekspor, selama sektor garam kita belum berkonsolidasi melalui korporatisasi. Gantinya Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://telegram.me/sarapanpagi —

DSL: Raja Garam Global Read More »

Top 10 Perusahaan Pengilangan Minyak Fortune

SAPA#0647: Dulu, sebagai bangsa, RI adalah raja minyak dunia. Tapi karena tidak diiringi dengan korporatisasi yang memadai, kini raja minyak itu berubah jadi importir minyak. Sudah habiskah peluang untuk memperbaiki diri? Tidak! Saatnya melakukan korporatisasi di sektor perminyakan. Sarapan Pagi dipersembahkan oleh SNF Consulting — di SNF Consulting.

Top 10 Perusahaan Pengilangan Minyak Fortune Read More »

Crowding Effect : RI Tidak Kekurangan Entrepreneur

SAPA#0499: Indonesia kelebihan entrepreneur! Kok bisa? Iya! Potretlah dari kerangka Kurva Korporatisasi (SAPA#0472) n crowding effect (SAPA#0497). Yang kurang adalah entrepreneur yang sadar n mau berkorporatisasi untuk memperoleh crowding effect secara global. Cukup 0,001% saja, bukan 23%. Bagaimana? Ikuti diskusinya bersama lebih dari 1900 entrepreneur, CEO, manajer n peminat manajemen di grup Telegram @sarapanpagi persembahan

Crowding Effect : RI Tidak Kekurangan Entrepreneur Read More »

Open chat
Hello đź‘‹
Can we help you?